Rabu, 09 Juli 2014

PEKALONGAN - WORLD'S CITY OF BATIK

Pekalongan. Disini lah kota kelahiran dan saya dibesarkan. Dimana saya belajar tentang kehidupan, pertemanan, budaya, spiritual, pendidikan, kasih sayang, percintaan, dan lain-lain.
Di Pekalongan ini banyak sekali hal menarik, seperti makanan, tradisi dan budaya, tempat-tempat, dan kesenian.

MAKANAN

Makanan khas Pekalongan adalah megono, tauto, dan pindang tetel.

Megono, megono terbuat dari buah nangka yg dipotong kecil-kecil yg dimasak kemudian diberi bumbu khas Pekalongan. Harganya pun cukup murah, seribu sampai dua ribu juga sudah bisa dapat. Biasanya megono ini dibuat untuk lauk yang ditemani oleh nasi hangat, tempe tepung goreng, dan sambal terasi. Orang kalau ke Pekalongan belum makan ini ya belum lengkap rasanya. Ini nih gambarnya






 Sedap kaaan? ;))

Nah kalau tauto itu semacam soto yang diberi tauco, tauco inilah yang membedakan dengan soto-soto lainnya. Harga soto tauto ini kisaran 6 ribu hingga 9 ribu, pas lah. Enaknya tuh kalau makan ini pas siang-siang dan minumnya es teh atau es jeruk, behhh seger mhez! Nih penampakan gambarnya















Yang ketiga ini nih pindang tetel. Sebetulnya makanan ini sejenis dengan soto juga, namun perbedaanya adalah pada bumbu kuahnya yang diolah dengan menggunakan buah pucung yang sudah masak dan dicampuri krupuk useg. Harganya lebih murah dengan tauto, sekitar 4 ribu hingga 6 ribu. Ini nih gambarnya



TRADISI DAN BUDAYA

Tradisi Khoul adalah tradisi berupa upacara keagamaan untuk memperingati/mengenang jasa-jasa tokoh agama/Kyai/Habib yang dilakukan oleh penerus dan atau pengikut tokoh tersebut. Tradisi ini dilakukan setahun sekali.
Ada banyak khoul yang diselenggarakan dan menarik banyak peziarah dari berbagai kota di sekitar Pekalongan. Yang paling terkenal adalah Khoul untuk mengenang jasa- jasa Habib Akhmad bin Abdullah bin Tholib Al Athas, semasa hidupnya merintis penyebaran agama islam di Jawa, yang diselenggarakan setiap tanggal 14 Sya’ban (Ruwah) setiap tahun.



Tradisi Syawalan

Syawalan merupakan tradisi khas masyarakat Pekalongan, yakni seminggu setelah hari raya Iedul Fitri (Lebaran). Biasanya setelah lebaran, masyarakat Pekalongan melaksanakan puasa sunah 6 hari. Oleh karena iitu, masyarakat Pekalongan baru benar-benar merayakan lebaran setelah seminggu Lebaran, dengan berbagai macam cara. Ada yang berwisata, berkunjung ke sanak saudara yang jauh, dan sebagainya.
Ada satu tradisi syawalan yang terkenal sampai ke luar daerah, bahkan mungkin sampai ke seluruh Indonesia karena sudah sering diliput oleh televisi nasional, yakni pemotongan kue lopis raksasa di Krapyak (disebut juga lopisan atau krapyakan).

Tradisi Lopisan di Pekalongan, Lopis raksasa yang pernah dibuat dan masuk rekor MURI sebagai lopis terbesar di Indonesia
Krapyakan / lopisan adalah tradisi masyarakat yang berada di Pekalongan dan sekitarnya untuk menyaksikan pemotongan LOPIS RAKSASA yang mempunyai ukuran diameter 150 cm, berat 185 kg dan tinggi 110 cm, diselenggarakan 1 minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. oleh Walikota / Pejabat Muspida.
Asal muasal tradisi syawalan ini adalah sebagai berikut, pada tanggal 8 Syawal masyarakat Krapyak berhari raya kembali setelah berpuasa 6 hari, dalam kesempatan ini, mereka membuat acara ‘open house’ menerima para tamu baik dari luar desa dan luar kota. Hal ini diketahui oleh masyarakat diluar krapyak, sehingga merekapun tidak mengadakan kunjungan silaturahmi pada hari-hari antara tanggal 2 hingga 7 dalam bulan Syawal, melainkan berbondong-bondong berkunjung pada tanggal 8 Syawal. Yang demikian ini berkembang luas, bahkan meningkat terus dari masa ke masa sehingga terjadilah tradisi Syawalan seperti sekarang ini.
Tradisi Syawalan yang rutin dilakukan oleh masyarakat Kota Pekalongan ini sudah dimulai sejak 130-an tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1855 M. Kali pertama yang mengelar hajatan Syawalan ini adalah KH. Abdullah Sirodj yang merupakan keturunan dari Kyai Bahu Rekso.
Upacara pemotongan lopis ini baru dimulai sejak tahun 1956 oleh bapak Rohmat, kepala desa daerah tersebut pada saat itu. Lopisan berasal dari kata lopis, yaitu sejenis makanan spesifik Krapyak yang bahan bakunya terdiri dari ketan, yang memiliki daya rekat luar biasa bila sudah direbus sampai masak benar.
Lopis memang mengandung suatu falsafah tentang persatuan dan kesatuan yang merupakan sila ketiga dari Pancasila kita. Betapa tidak, ia dibungkus dengan daun pisang, diikat dengan tambang dan direbus selama empat hari tiga malam, sehingga tidak mungkin lagi butir-butir ketan itu untuk bercerai berai kembali sebagaimana semula.
Mengapa tidak dibungkus dengan plastik atau bahan lain yang lebih praktis, sesuai dengan kecangihan masa kini ? Pohon pisang tidak mau mati sebelum berbuah dan beranak yang banyak atau dengan kata lain tak mau mati sebelum berjasa dan meninggalkan generasi penerus sebagai penyambung estafet. Demikian mendalamnya pemikiran sesepuh kita terdahulu. ( Sumber Kantor Pariwisata & Kebudayaan )

SIMTUDORROR
Merupakan kesenian tradisional yang bernafaskan Islam dengan menggunakan Rebana dan Jidor sebagai alat musiknya.
Kesenian ini beranggotakan antara 15 orang - 20 orang, dengan diiringi musik mereka melantunkan puji-pujian atau sholawatan sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan dunia dan akhiran pada Allah SWT. Kesenian ini biasa digunakan pada saat pembukaan acara khajatan atau selamatan yang diselenggarakan oleh warga masyarakat Kota Pekalongan yang terkenal dengan ketaatannya dalam menjalankan perintah Agama. Sumber http://suryawisatapkl.blogspot.com/2010/09/kumpulan-seni-budaya-pekalonganjawa.html

TEMPAT

PANTAI PASIR KENCANA
Taman rekreasi dan hiburan Pantai Wisata Pasir Kencana merupakan tempat bersantai sembari menghirup udara pantai. Dengan perahu pasiar para pengunjung dapat menikmati keindahan serta kesejukan Pantai Wisata Pasir Kencana serta cocok untuk rekreasi bersampan dan memancing dengan perahu pesiar yang siap melayaninya.
Terletak berbatasan dengan Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) yang terkenal dan terbesar di Pantai Utara Jawa, dengan jarak tempuh 4,5 Km dari Kota/Stasiun Kereta Api. Pantai yang berdekatan dengan muara pelabuhan, di sini Pengunjung bisa menyaksikan bermacam-macam kapal nelayan Tradisional maupun modern dari segala bentuk serta arus keluar masuknya kapal. Sangat cocok dan menyenangkan untuk rekreasi; bersampan dan memancing dengan perahu pesiar yang siap melayani.
Tersedia fasilitas : Mainan anak-anak, panggung terbuka, areal parkir, Musholla, MCK dan mandi bilas.
Dapat menyaksikan timbul dan terbenamnya matahari. Luas 3,5 Ha tidak jauh dari Pantai Pasir Kencana, kira – kira sejauh  500 m kearah barat, wisatawan dapat menikmati hidangan  ikan bakar di Rumah Makan Pantai Sari atau Rumah Makan Wiroto, sambil menikmati suasana gelombang air laut dan semilirnya angin pantai. Masih ada potensi Pantai Pasir Kencana kearah barat, yaitu terdapat Krematorium,  Pura dan tambak. Pada hari libur sekitar kawasan ini juga merupakan kawasan pariwisata yang banyak dikunjungi.

Pantai Slamaran Indah

Obyek wisata SLAMARAN INDAH merupakan Daerah pesisir yang bisa memberikan rasa sejuk dan nyaman. Dengan legenda DEWI LANJAR sebagai RATU PANTAI UTARA Pekalongan, konon memiliki paras yang cantik jelita tiada bandingan.
Terletak disebelah timur Pantai Pasir Kencana dibatasi oleh muara Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP); dapat dicapai lewat muara pelabuhan dengan perahu pesiar dan lewat darat 5 Km dari kota/terminal bus.
Fasilitas yang tersedia : Tempat parkir cukup, masih berupa hutan pantai yang alami, bisa menikmati terbit dan terbenamnya matahari dengan suasana yang indah, dengan luas 7 Ha. Cocok bagi anda yang mempunyai jiwa natural. Sumber http://suryawisatapkl.blogspot.com/2010/09/kumpulan-seni-budaya-pekalonganjawa.html
Mataram

Mataram adalah tempat para anak muda nongkrong, biasanya kalau malam minggu tempat ini ramai di penuhi orang-orang nongkrong, muda-mudi yg memadu kasih, komunitas-komunitas, dan kedai. Dan kalau hari minggu tempat ini juga sangat ramai, banyak orang yg olahraga, seperti jogging, sepatu roda, main sepeda, dan ada juga seperti pasar dadakan.

Pagilaran
Kalau di Jakarta ada Puncak sebagai tempat istirahat dan wisata maka warga seputaran Pekalongan 
mengenal Pagilaran Kab. Batang sebagai tempat wisata Agro paling menarik.

AGROWISATA KEBUN TEH PAGILARAN
Lokasi : Pagilaran, Kec. Blado, Kab. Batang 51272 - Telp. (0285) 414030
FASILITAS
Akomodasi berupa 3 buah wisma kapasitas 100 orang dengan tarif antara Rp. 60.000,- sampai Rp. 80.000,- per malam, dan 2 Homestay kapasitas 20 orang dilengkapi fasilitas air panas dengan tarif Rp. 250.000,- per malam. Ruang rapat/sidang dengan kapasitas 50 orang dan gedung pertemuan berkapasitas 500 orang
Tersedia lapangan olah raga tenis, badminton, sepak bola, volly ball, bilyard dan lain-lain. Transportasi keliling kebun Pagilaran berikut pemandu lokal. Menikmati kesenian khas Pagilaran, seperti lengger tradisional, lengger kreasi baru, Kuntulan, Kuda Lumping, Karaoke dan lain-lain. Melayani paket-paket wisata pendidikan, konvensi, rekreasi, hikking, trekking, camping, arisan, pesta, syukuran dll.
Menyediakan arena wisata minat khusus, seperti sepeda gunung, tebang layang, kunjungan ilmiah dll.
APA YANG MENJADIKAN KEBUN PAGILARAN MENARIK?
  • Pemandangan dan pesona hamparan kebun teh di pegunungan dengan ketinggian 1.000 sampai 1.500 meter dpt.
  • Melihat proses pembuatan teh mulai dari pemetikan, pengolahan sampai pengepakan di pabrik
  • Anda dapat menikmati paket tea walk bersama instansi, sekolah, organisasi ataupun perusahaan anda, dengan berolah raga santai sambil menghirup udara sejuk dan segar
  • Menikmati matahari terbit dan tenggelam di cakrawala
  • Lingkungan pertamanan yang sehat, alami dan segar, jauh dari kebisingan dan polusi. Suhu kebun 15 0 - 18 0 C pada malam hari, 21 0 - 25 0 C pada siang hari.
  • Air terjun/Curung Binorong dan Curung Kembar, dengan pemandangan di sekitarnya yang indah dan alami, dan hamparan kebun teh dan kebun cengkeh sepanjang lereng pegunungan
  • Obyek peninggalan sejarah seperti rumah peninggalan Belanda, Kopel, Kerata Gantung, Bak Air Sijegang dll.
BAGAIMANA MENCAPAI KEBUN ?
 KESENIAN
Pekalongan memiliki kesenian yg cukup banyak, beberapa diantaranya yaitu Tari Sintren dan Batik.

TARI SINTREN

Sintren adalah kesenian tradisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya, Sintren adalah sebuah tarian yang berbau mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dan Sulandono. Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari.

Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Kir Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung melalui alam goib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ketubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari betul-betul masih dalam keadaan suci (perawan). Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawangnya dan diiringi gending 6 orang sesuai Pengembangan tari sintren sebagai hiburan budaya maka dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak).

Didalam permainan kesenian rakyat pun Dewi Lanjar berpengaruh antara lain dalam permainan Sintren, Si pawang (dalang) sering mengundang Rokh Dewi Lanjar untuk masuk ke dalam permainan Sintren. Bilamana hal itu dapat berhasil maka pemain Sintren akan kelihatan lebih cantik dan dalam membawakan tarian lebih lincah dan mempesonakan.

BATIK

Siapa yang tidak tau batik? Seluruh rakyat Indonesia pasti tau dan memiliki batik, entah itu baju, rok, gaun, kebaya, taplak meja, spring bed, dan masih banyak lagi. Pekalongan adalah salah satu kota batik di Indonesia, ini sangat membanggakan menjadi warga kota Pekalongan. Bahkan Pekalongan juga mempunyai slogan "World's City of Batik" atau Kota Batik Dunia. Di Pekalongan banyak sekali toko maupun grosir jualan batik, salah satunya yang terkenal adalah grosir batik Setono dan IBC (International Batik Center). Di Pekalongan juga ada karnaval Batik yang diselenggarakan setahun sekali, nama karnaval ini adalah PBI (Pekan Batik Internasional). Pekalongan juga ada museum batik yang diresmikan secara langsung oleh Presiden SBY, di museum ini kita juga bisa belajar membatik. Beginilah kumpulan foto-foto



Disamping ini adalah gambar batik jlamprang, motif khas Pekalongan




  Disamping ini adalah foto dari Museum Batik Pekalongan


  ini adalah peresmian yg diresmikan langsung oleh Presiden SBY



  Ketika Ibu Ani dan Pak Basyir (walikota Pekalongan) sedang berada di museum batik



  Ini adalah lapangan jatayu yang berada di depan museum batik dan ada tulisan BATIK di pinggir lapangan

Foto ini adalah saat Karnaval Pekan Batik Internasional diselenggarakan


LINK UMM : http://www.umm.ac.id/

LINK Teman :
 http://anggaalt7.blogspot.com/
http://indiwidiarsih.blogspot.com/
http://nikenkenda.blogspot.com/
http://aprisetyo05.blogspot.com/
http://kongashifu.blogspot.com/


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar